Dinkes NTT Sebut Anak-Anak Mendominasi Meninggal Dunia Akibat Rabies

strategi yang dilakukan Dinkes NTT dalam penanggulangan rabies, NTT Sebut Anak Mendominasi Meninggal Dunia Akibat Rabies

NTT Sebut Anak Mendominasi Meninggal Dunia Akibat Rabies

Kupang (Beritamedan) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan bahwa anak-anak mendominasi kasus kematian akibat rabies di wilayah ini. Data yang dirilis oleh Dinkes NTT menunjukkan bahwa jumlah anak-anak yang meninggal dunia karena rabies cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok umur lainnya.

Kepala Dinkes NTT, Dr. Maria Lobo, dalam konferensi persnya menyampaikan keprihatinan atas situasi ini. “Sayangnya, kami melihat tren meningkatnya kasus rabies, terutama di kalangan anak-anak. Hal ini menuntut tindakan cepat dan efektif dalam pencegahan dan penanganan rabies di tingkat provinsi,” ujar Dr. Maria Lobo.

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Penyakit ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi jika tidak segera diobati. Dinkes NTT mencatat bahwa terdapat peningkatan kasus gigitan hewan yang dicurigai rabies, terutama di daerah pedesaan.

Dalam upaya penanggulangan, Dinkes NTT telah mengintensifkan kampanye vaksinasi anjing, edukasi masyarakat, dan peningkatan akses terhadap perawatan kesehatan yang tepat waktu. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kesehatan, dan komunitas lokal menjadi fokus dalam menanggulangi penyebaran rabies.

“Kami mengajak semua pihak, terutama orang tua dan komunitas, untuk lebih proaktif dalam melibatkan anak-anak dalam program vaksinasi anjing dan edukasi mengenai bahaya rabies. Pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan ini,” tambah Dr. Maria Lobo.

Peningkatan kesadaran masyarakat, vaksinasi massal, dan pengelolaan kasus gigitan hewan secara cepat diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat rabies, khususnya di kalangan anak-anak. Dinkes NTT berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman penyakit rabies di wilayah ini.

Tinggalkan Balasan