Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Soroti Konflik Palestina melalui Pementasan Wayang Godhong

cara kreatif mereka menggunakan seni tradisional Indonesia, Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Soroti Konflik Palestina

Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Soroti Konflik Palestina

Solo (Beritamedan) – Dalam upaya menciptakan pemahaman yang lebih dalam tentang konflik yang terus berkecamuk di Palestina, sejumlah dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memilih pendekatan unik melalui seni tradisional Indonesia, yaitu wayang. Mereka menggelar pementasan wayang godhong yang mengangkat tema kemanusiaan dan konflik di Palestina, dengan harapan dapat menyampaikan pesan perdamaian dan keadilan.

Acara tersebut diinisiasi oleh kelompok dosen seni budaya UNS yang memiliki minat terhadap pelestarian budaya tradisional dan juga perhatian terhadap isu-isu global. Pementasan wayang godhong menjadi sarana untuk merespon konflik di Palestina melalui bahasa seni yang kaya makna dan simbol.

Dr. Ani Purwanti, salah satu dosen yang terlibat dalam pementasan, menyatakan bahwa wayang godhong dipilih karena memiliki daya tarik estetika yang tinggi dan dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. “Wayang godhong tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana edukasi dan refleksi. Dalam pementasan kali ini, kami berusaha menyampaikan pesan kemanusiaan dan mendukung perdamaian di Palestina,” ujar Dr. Ani.

Pementasan wayang godhong tersebut menampilkan tokoh-tokoh yang merepresentasikan konflik dan kepedihan di Palestina. Melalui lakon-lakon yang disusun secara kreatif, para dosen UNS menggambarkan realitas kompleks di wilayah tersebut, membangkitkan empati dan kepedulian penonton.

Para mahasiswa UNS dari berbagai fakultas turut berpartisipasi dalam pementasan tersebut, baik sebagai penggiat seni maupun penonton. Mereka diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi setelah pementasan selesai, menciptakan ruang dialog antara generasi muda dan dosen.

Reaksi dari penonton sangat positif, dengan banyak yang menilai inisiatif ini sebagai langkah kreatif dalam membahas isu-isu global melalui seni tradisional. Beberapa mahasiswa bahkan menyatakan keinginan untuk lebih memahami konflik Palestina dan berkontribusi dalam upaya perdamaian.

Melalui pementasan wayang godhong ini, UNS menggambarkan bahwa seni tradisional Indonesia bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk merespon isu-isu kontemporer dan membangun kesadaran kemanusiaan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk menggunakan seni sebagai alat untuk menyuarakan perdamaian dan keadilan di dunia.

Tinggalkan Balasan