Mualaf di Masjid Lautze Diajarkan Metode Satu Jam Membaca Al-Quran

BERITAMEDAN – Masjid Lautze, salah satu masjid yang dikenal ramah dan inklusif di Jakarta, meluncurkan inisiatif pendidikan yang menarik perhatian banyak kalangan. Dalam upaya meningkatkan literasi Al-Quran di kalangan mualaf, masjid ini memperkenalkan program baru yang mengajarkan metode membaca Al-Quran dalam waktu satu jam.

Program ini diinisiasi untuk memberikan kemudahan dan dukungan kepada mualaf yang baru memeluk agama Islam atau yang ingin memperdalam pemahaman Al-Quran. Metode satu jam membaca Al-Quran ini dirancang untuk menjadi singkat, intensif, dan mudah diikuti, sehingga dapat diakses oleh setiap individu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan waktu.

Imam Masjid Lautze, [Nama Imam], menjelaskan tujuan dari program ini. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi para mualaf yang ingin lebih mendalami Al-Quran. Dengan metode satu jam, diharapkan mereka dapat merasakan kemudahan dan kegembiraan dalam membaca kitab suci tanpa merasa terbebani oleh waktu yang terbatas,” ujar [Nama Imam].

Program ini mencakup berbagai aspek pembelajaran, termasuk pengenalan huruf Arab, tajwid (tata cara membaca Al-Quran dengan benar), dan memahami makna ayat-ayat Al-Quran. Materi diajarkan secara interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing peserta.

Selain itu, para peserta program juga diberikan akses ke sumber daya tambahan, seperti rekaman bacaan Al-Quran yang dapat mereka dengarkan di rumah. Ini bertujuan untuk membantu mereka terus berlatih dan memperkuat keterampilan membaca Al-Quran yang telah dipelajari selama sesi satu jam.

Sejumlah mualaf yang mengikuti program ini memberikan tanggapan positif. [Nama Peserta] mengatakan, “Saya sangat senang bisa bergabung dengan program ini. Metodenya memudahkan saya untuk fokus dan belajar dengan baik. Saya merasa semakin dekat dengan Al-Quran setiap harinya.”

Masjid Lautze berharap program metode satu jam membaca Al-Quran ini dapat menjadi model yang diadopsi oleh masjid-masjid lain di Indonesia, membuka pintu bagi lebih banyak mualaf untuk meraih manfaat dari pendidikan agama yang mudah diakses dan mendukung.

Tinggalkan Balasan