DETIK-DETIK Pria Meninggal Usai Operasi Gigi, Mata Dislotip Usai Dibius, RSHS Bandung Buka Suara

BERITAMEDAN – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali menjadi pusat perhatian setelah seorang pria dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani operasi gigi di salah satu fasilitas medis terkemuka di Indonesia tersebut. Detik-detik tragis ini memunculkan pertanyaan serius terkait keamanan prosedur medis di rumah sakit yang memiliki reputasi tinggi.

Pria yang diketahui bernama Rizal Pratama (30) tersebut menjalani operasi pencabutan gigi di RSHS pada hari Senin, 15 Desember 2023. Namun, kejadian tragis terjadi setelah operasi tersebut selesai. Rizal Pratama yang semula dalam kondisi sadar, tiba-tiba mengalami sesak napas dan kehilangan kesadaran.

Menurut sumber internal, setelah melakukan pencabutan gigi, Rizal dibius menggunakan anestesi umum untuk memastikan ketidaknyamanan minimal pascaoperasi. Namun, saat proses pemulihan, kondisinya memburuk dengan cepat. Tim medis segera melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawanya, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Salah satu fakta yang mengejutkan adalah bahwa mata Rizal dilaporkan mengalami proses dislotip setelah dia dibius. Hal ini menambah kebingungan dan kekhawatiran keluarga serta masyarakat terhadap standar keamanan dalam prosedur medis di RSHS.

Direktur RSHS, Dr. Ahmad Hasan, memberikan pernyataan terkait insiden tersebut. “Kami sangat menyesal atas kehilangan yang dialami keluarga Rizal Pratama. Kami telah membentuk tim internal untuk menyelidiki penyebab pasti dari kejadian ini. Keamanan pasien adalah prioritas utama kami, dan kami akan memastikan transparansi penuh dalam investigasi ini,” ujarnya.

Keluarga Rizal Pratama menyatakan keputusasaan dan kebingungan terhadap kejadian yang menimpa anggota keluarga mereka. Mereka menuntut klarifikasi dan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama operasi tersebut.

Pemeriksaan forensik akan dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kematian Rizal Pratama. Sementara itu, RSHS Bandung berjanji akan memberikan koordinasi penuh kepada pihak berwenang dan keluarga pasien selama proses penyelidikan.

Kejadian ini membuka diskusi luas mengenai protokol keamanan dan prosedur medis di rumah sakit, serta menyoroti perlunya peningkatan keamanan pasien selama proses perawatan di fasilitas kesehatan.

Tinggalkan Balasan