Ganjar Bantah Hapus Bansos, KTP Sakti Justru Semakin Mempermudah

BERITAMEDAN  Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantah klaim yang menyatakan bahwa penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau yang dikenal sebagai KTP Sakti akan menghapuskan program bantuan sosial (bansos). Sebaliknya, Ganjar menyatakan bahwa KTP Sakti malah akan mempermudah distribusi bansos dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas kekhawatiran beberapa pihak terkait kebijakan penggunaan KTP Sakti sebagai sarana verifikasi data untuk program-program bantuan sosial. Ganjar menjelaskan bahwa implementasi KTP Sakti di Jawa Tengah bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi penerima bantuan dan meminimalisir potensi kesalahan data.

“KTP Sakti adalah upaya modernisasi pelayanan publik. Dengan adanya teknologi ini, kita dapat melakukan verifikasi data secara lebih cepat dan akurat, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran dan tepat waktu,” kata Ganjar Pranowo.

Salah satu fitur utama KTP Sakti adalah kemampuannya untuk menyimpan data biometrik pemiliknya, seperti sidik jari dan foto wajah. Dengan demikian, proses verifikasi identitas dapat dilakukan dengan lebih efisien, mengurangi risiko kesalahan pencocokan data, dan meningkatkan akurasi penyaluran bansos.

Ganjar juga menegaskan bahwa implementasi KTP Sakti tidak menghilangkan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam penyaluran bansos. Program bantuan sosial tetap akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan, dan KTP Sakti diharapkan dapat menjadi alat untuk memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada yang benar-benar membutuhkannya.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. KTP Sakti adalah langkah maju untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pemberian bantuan sosial,” tegas Ganjar.

Pernyataan ini diharapkan dapat membantu memahamkan masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait implementasi KTP Sakti. Seiring dengan perkembangan teknologi, penerapan solusi pintar seperti ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan dan meningkatkan keadilan dalam pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan