Sinterklas dan Santa Claus: Menyingkap Perbedaan di Balik Cerita Natal

BERITAMEDAN – Natal, suatu momen yang penuh dengan kegembiraan dan kehangatan, membawa bersamaan dua tokoh yang sering kali dianggap sama: Sinterklas dan Santa Claus. Namun, perlu diketahui bahwa keduanya sebenarnya berasal dari tradisi dan budaya yang berbeda. Mari kita telusuri lebih dalam perbedaan di balik cerita Natal ini.

Asal Usul dan Sejarah:

Sinterklas berasal dari Belanda dan merayakan hari Saint Nicholas pada tanggal 6 Desember. Saint Nicholas, atau Sinterklaas dalam bahasa Belanda, adalah seorang uskup abad ke-4 yang terkenal karena kebaikan hatinya kepada anak-anak. Tradisi Sinterklas kemudian diimpor oleh imigran Belanda ke Amerika, di mana tokoh ini bermetamorfosis menjadi Santa Claus.

Santa Claus, sebagaimana dikenal di Amerika Utara, adalah adaptasi dari Sinterklas. Nama “Santa Claus” sendiri berasal dari modifikasi dialek Belanda untuk “Sinterklaas.” Imigran Belanda di Amerika membawa tradisi Sinterklas, dan seiring waktu, tokoh ini mengalami perubahan menjadi sosok gemuk dengan jubah merah, topi kerucut, dan kereta salju hantu.

Penampilan dan Ciri Khas:

Sinterklas digambarkan sebagai seorang uskup tua yang bijaksana, mengenakan jubah merah dan putih dengan mitra atau tongkat uskup. Ia biasanya didampingi oleh pelayan setianya, Zwarte Piet (Pete Hitam), yang membantu dalam proses memberikan hadiah kepada anak-anak yang berperilaku baik.

Santa Claus memiliki penampilan yang lebih modern dan umumnya digambarkan sebagai sosok gemuk dengan jenggot putih, topi merah, dan jubah bulu. Santa membawa kereta salju hantu yang ditarik oleh rusa kutub, dan ia mengunjungi rumah-rumah pada malam Natal untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidur.

Tradisi dan Perayaan:

Tradisi Sinterklas dirayakan pada tanggal 5 Desember di Belanda dan beberapa negara Eropa. Pada malam tersebut, anak-anak meletakkan sepatu mereka di depan pintu atau jendela, dan Sinterklas mengisi sepatu tersebut dengan hadiah-hadiah kecil.

Santa Claus muncul pada malam Natal, 24 Desember, untuk memberikan hadiah kepada anak-anak di seluruh dunia. Tradisi mencakup pohon Natal, stoking Natal yang digantung di perapian, dan kartu Natal dengan gambar Santa Claus.

Meskipun Sinterklas dan Santa Claus memiliki akar budaya yang berbeda, keduanya memainkan peran penting dalam merayakan Natal di berbagai belahan dunia. Terlepas dari perbedaan tersebut, kisah-kisah tentang kedermawanan dan kebaikan hati keduanya tetap menjadi inti dari semangat Natal yang meriah dan penuh kasih sayang.

Tinggalkan Balasan