SOSOK Eks Pegawai Bank di Surabaya, Nekat Kuras Tabungan Nasabah Rp 800 Juta, Dilakukan Sejak 2019

Surabaya, BERITAMEDAN – Kejadian mengejutkan terjadi di Surabaya, di mana seorang eks pegawai bank diduga nekat menguras tabungan nasabah senilai Rp 800 juta sejak tahun 2019. Tindakan tersebut baru terungkap setelah pihak bank melakukan audit internal yang mendalam.

Eks pegawai bank yang belum diungkap identitasnya ini diyakini telah memanfaatkan posisinya untuk melakukan aksi kejahatan keuangan tersebut. Modus operandi yang digunakan cukup canggih, dengan menyusupkan transaksi palsu ke dalam sistem bank, sehingga operasinya tidak terdeteksi selama beberapa tahun.

Pihak keamanan bank mendeteksi adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan dan transaksi nasabah selama proses audit internal. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa aksi pencurian tersebut telah berlangsung sejak tahun 2019 dan baru terendus pada akhir tahun ini.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol XYZ, dalam konferensi persnya menyampaikan, “Kami sudah mengamankan eks pegawai bank tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap secara detail modus operandi dan apakah ada pihak lain yang terlibat.”

Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk kolaborasi dengan pihak keuangan dan otoritas terkait untuk memastikan bahwa seluruh aspek kejahatan keuangan ini dapat terungkap dengan baik. Pihak kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan pihak bank untuk memperkuat sistem keamanan dan pencegahan kejadian serupa di masa depan.

Kejadian ini memberikan peringatan serius terhadap pentingnya sistem keamanan dan pemantauan internal dalam sektor keuangan. Pihak berwenang menekankan perlunya perusahaan-perusahaan untuk secara rutin melakukan audit internal guna mencegah dan mendeteksi potensi kejahatan keuangan sejak dini.

Ketidakpatuhan terhadap etika dan hukum perbankan telah mengejutkan masyarakat. Pihak berwenang berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan menegakkan keadilan agar dapat memberikan kepercayaan kembali kepada nasabah yang menjadi korban.

Tinggalkan Balasan